Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia dengan Menonton dan Mengapresiasi Film 3 Srikandi

Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia dengan Menonton dan Mengapresiasi Film 3 Srikandi

Anwar Aziz Habibi

Senin 19 Agustus 2019, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, Kalem (Kajian Film) Psikologi UPI melaksanakan pemutaran film. Kegiatan ini dilaksankan di Ruang Audiovisual Universitas Pendidikan Indonesia. Pak MIF Baihaqi, selaku ketua Kalem, menuturkan bahwa pemutaran film dalam memperingati kemerdekaan ini sebagai bentuk rasa nasionalisme dan menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Indonesia bisa diekspresikan melalui banyak hal. Acara tersebut dihadiri kurang lebih 20 peserta yang berasal dari beberapa prodi di Universitas Pendidikan Indonesia. Bahkan dihadiri pula oleh mahasiswa dari universitas lain. Hal ini menunjukkan bahwa  masyarakat, khususnya mahasiswa, memiliki keinginan cukup tinggi untuk mengapresiasi film.

Film yang diputar adalah 3 Srikandi yang disutradarai oleh Iman Brotoseno. 3 Srikandi dipilih karena secara isi, film ini sangat kental dengan perjuangan dan penuh rasa nasionalisme. Diangkat dari kisah nyata ketika atlet panahan putra terbaik Indonesia atau Robin Hood Indonesia, Donald Pandiangan yang diperankan oleh Reza Rahadian, gagal berangkat ke Olimpiade 1980 karena langkah politis Indonesia yang mengecam tindakan Uni Soviet yang menyerang Afghanistan. Karena kekecewaan yang mendalam, Donald mengasingkan dirinya dan menghilang tanpa kabar.

Beberapa tahun berselang Indonesia kembali berkesempatan berpartisipasi dalam Olimpiade 1988 di Seoul. Namun atlet panahan Indonesia belum memiliki pelatih yang mumpuni, sehingga Pak Udi yang diperankan oleh Donny Damara sebagai pengurus Panahan Indonesia berusaha untuk mencari dan membujuk Donald menjadi pelatih tim Panahan Putri Indonesia. Dengan segala upaya akhirnya donald menyanggupi untuk menjadi pelatih tim putri. Melalui seleksi yang ketat didapatlah 3 atlet terbaik, mereka adalah Nurfitriyana, atlet panahan dari DKI Jakarta yang diperankan oleh Bunga Citra Lestari; Lilies, atlet panahan dari Jawa Timur yang diperankan oleh Chelsea Islan; dan Kusuma atlet panahan dari Sulawesi Selatan yang diperankan oleh Tara Basro.

Sebagai bentuk persiapan, ketiga atlet tersebut di bawa ke Kamp Pelatihan di Bogor, Jawa Barat. Dibawah asuhan Donald, mereka dipaksa berlatih dengan giat dan disiplin. Meskipun diterpa beberapa masalah pun mereka terus berlatih. Akhrinya olimpiade pun tiba dan Tim Panahan  Putri Indonesia meraih medali perak dari cabang Panahan Beregu Putri. Ini merupakan medali pertama bagi Indonesia sejak mulai turut berpartisipasi pada pesta olahraga paling bergengsi didunia itu.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi. Beberapa mahasiswa pun mengomentari film tersebut, salah satunya adalah Ayu, Ia mengatakan bahwa film tersebut terdapat teori belajar teori belajar, yaitu experential learning. Apresiator lain juga mengomentari bahwa memanah merupakan salah satu olahraga yang mampu melatih kepemimpinan, sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ibu Triana, salah satu dosen Psikologi UPI, juga berkomentar bahwa film tersebut sarat akan unsur psikologis. Salah satu diantaranya adalah Mental Imagery yang mampu meningkatkan fokus dan ketepatan atlet ketika sedang berlomba. Acara tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

alirosidarido

Admin http://psikologi.upi.edu

Comments are closed.