Tadarus Buku “Jeihan: Ambang Waras dan Gila” Hadirkan Diskusi Mendalam tentang Pemikiran Sang Maestro

Bandung, 21 November 2025 – Ruang Sumber Psikologi FIP UPI kembali melaksanakan kegiatan tadarus buku pada hari Rabu, 22 Oktober dan 29 Oktober 2025. Kegiatan yang bertajuk [e~KTP] “Eee… Kawan Tadarus Psikologi” pada dua pekan itu merupakan kelanjutan dari tadarus buku pada tahun sebelumnya yang terhenti sebentar karena para mahasiswa memasuki waktu UAS. Pada seri tadarus kali ini, pelaksanaan [e-KTP] didukung oleh RSP (Ruang Sumber Psikologi) memilih buku berjudul “Jeihan: Ambang Waras dan Gila” karya Jakob Sumardjo – guru besar Institut Seni dan Budaya Indonesia, Buah Batu, Bandung.

Kegiatan tadarus buku “Jeihan: Ambang Waras dan Gila” menghadirkan ruang diskusi yang hangat sekaligus menggugah emosi bagi para peserta yang hadir. Buku karya yang mengulas pemikiran sang maestro lukisan, Jeihan Sukmantoro, ini membuka kembali perbincangan mengenai batas tipis antara kewarasan dan kegilaan – tema yang sejak lama menjadi ciri khas dalam karya dan pemikiran Jeihan.

Suasana tadarus buku “Jeihan – Ambang Waras dan Gila
(Dokumentasi Ruang Sumber / Bapak MIF Baihaqi)

Dalam sesi tadarus tersebut, peserta diajak menyelami cara pandang Jeihan tentang kehidupan: bahwa kewarasan seringkali tidak lebih dari sebuah kesepakatan budaya, sesuatu yang dianggap “normal” karena disepakati oleh banyak orang. Jeihan melihat bahwa dibalik apa yang selama ini disebut kewarasan, justru bersemayam kepura-puraan, manipulasi, dan kebohongan yang secara sosial dilegalkan.

Diskusi dalam tadarus buku ini berjalan hangat. Peserta saling bertukar sudut pandang mengenai sejauh mana budaya, lingkungan, dan konstruksi sosial memengaruhi pemahaman manusia tentang kewarasan. Beberapa peserta menggarisbawahi bahwa tema buku ini bukan hanya relevan dengan seni, tetapi juga dengan dinamika kerumitan aspek psikologis manusia.

Lukisan karya Jeihan Sukmantoro yang lebih dikenal dengan lukisan mata hitam
(Sumber: Instagram Galeri Jeihan)

Kegiatan tadarus buku “Jeihan: Ambang Waras dan Gila” ini menjadi pengingat bahwa hidup tidak sesederhana “waras” atau “gila.” Jeihan mengajak pembacanya untuk melihat bahwa kegilaan seringkali adalah kejujuran yang tidak berani diucapkan, sementara kewarasan adalah panggung besar tempat manusia saling berpura-pura. Melalui forum tadarus ini, peserta diajak untuk merenungkan kembali batas-batas tersebut dalam konteks kehidupan modern.

Penulis: Gwyneth & Nirmala

Editor: Pak MIF Baihaqi

Foto: Pak MIF Baihaqi