
Mahasiswa Psikologi umumnya bercita-cita bekerja di bagian Rekruitmen, Pengembangan Karyawan, Biro Psikologi atau Klinik dan lainnya. Jarang sekali mereka bercita-cita menjadi wirausaha. Salah satunya alumni Prodi Psikologi yang lulus tahun 2011 bernama Erna Kusumah Putri, S.Psi, saat ini beliau berprofesi sebagai wirausaha di bidang fashion dengan butik bernama Galeri Bunda. Sebelum terjun ke dunia wirauasaha, beliau sempat bekerja di salah satu perusahaan multi nasional pada bagian Human Resource Development. Di tahun 2016, beliau mulai merintis usaha butik yang menghadirkan busana muslim seperti gamis, tunik, baju koko, sarimbit dan lainnya. Tahun 2018 beliau memutuskan untuk resign untuk fokus berbisnis. Semenjak terjun di dunia bisnis, beliau merasakan bahwa ilmu psikologi yang dipelajarinya semasa kuliah sangat bermanfaat, seperti mata kuliah psikologi industri dan organisasi, psikologi konsumen, kewirausahaan, dan lainnya. Usaha yang beliau tekuni tersebut telah berkembang hingga dapat mempekerjakan sebanyak 15 karyawan. Konsumennya tidak hanya berasal dari kota tempat beliau tinggal yaitu Karawang tapi juga dari berbagai kota di daerah Indonesia. Promosi dan penjualan yang dilakukan secara online melalui media sosial dapat menghasilkan omset yang lebih besar daripada penjualan offline, hal ini dikarenakan beliau menggunakan metode marketing yang sesuai dengan perkembangan zaman seperti live di platform-platform. Selain menggunakan cara penjualan produk yang efektif, model serta harga menjadi daya saing dari produk-produk yang dihasilkan oleh Gallery Bunda, sehingga produk yang dihasilkan cepat laris dan berganti dengan model, corak serta tren baru.
Selama menjadi mahasiswi, beliau sempat aktif di beberapa asdos mata kuliah praktikum psikodiagnostik, asisaten di p2t, internhsip di BUMN dan aktif jadi fasilitator training di lembaga diluar kampus. Lulus sidang, sambil menunggu wisuda, menunggu S2 psikologi klinis (karena memang sebetulnya cita-cita ingin jadi praktisi psikolog klinis) tutur Erna, tidak diam duduk tangan tapi coba bergabung dengan Perusahaan multinasional dan ternyata berhasil berjalan cukup lama menjadi praktisi HRD di perusahan multinasional. Setelah berkeluarga ternyata belum ada kesempatan S2 tapi bagaimana caranya harus tetap produktif dan tanpa mengesampingkan keluarga. Ternyata pengalaman-pengalaman dulu sewaktu kuliah, termasuk mata kuliah PIO, wirausaha, psikologi konsumen, prkatek SDM dll serta pengalaman di dunia industri membentuk leadership yg kuat dan membuka wawasan di dunia nyata sehingga saat ini bisa membuka usaha di bidang fashion. Karena basis memiliki usaha adalah dari PIO. Untuk fashionnya sendiri karena memang suka dg stylish. Untuk keilmuan psikologi klinis sendiri tentu saja masih dipakai di kehidupan sehari hari di keluarga dan di aplikasikan ketika memanage karyawan, menghadapi konsumen dan lainnya. Jadi orang klinis juga punya nilai plus lebih peka menghadapi berbagai perilaku konsumen. Keilmuwan psikologi pada umumnya bisa dipakai di banyak aspek di kehidupan kita.
Menjadi mahasiswa atau ilmuwan psikologi itu harus mau tidak biasa, terbuka wawasan, jadi diri sendiri, apalagi anak anak jaman skrg hidup di era digital, jadi ilmuwan psikologi tidak melulu bekerja di perusahaan atau suatu klinik tertentu. Tapi bisa aplikasikan psikologi ketika jadi profesi apa saja.

