
Bandung, 23 Oktober 2025 – Dalam rangkaian perayaan Dies Natalis Psikologi UPI Ke-21 tahun, Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan sesi pematerian dengan tema “Psychological Capital: Modal Psikologis untuk Sukses Akademik dan Karier.” Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Anisa Lestari Kadiano, M.Psi., Psikolog, selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran sekaligus pakar di bidang Human Capital Management dan Organizational Development. Sesi pematerian dipandu oleh Ibu Anastasia Wulandari, M.Psi., Psikolog, dosen Program Studi Psikologi UPI yang juga bertugas sebagai moderator acara.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari moderator yang menyampaikan rasa syukur atas kesempatan merayakan Dies Natalis ke-21 serta memperkenalkan narasumber dengan antusias. Prof. Anisa kemudian memulai sesi dengan menekankan pentingnya memahami psychological capital (PsyCap) sebagai kekuatan psikologis yang mampu membantu individu mencapai kesuksesan dalam kehidupan akademik maupun karier profesional.
Dalam pemaparannya, Prof. Anisa menjelaskan bahwa psychological capital merupakan bentuk modal psikologis positif yang mencakup empat komponen utama, yaitu:
- Hope (Harapan) – kemampuan untuk memiliki tujuan dan menemukan jalan untuk mencapainya.
- Efficacy (Efikasi Diri) – keyakinan terhadap kemampuan diri dalam menyelesaikan tugas atau menghadapi tantangan.
- Optimism (Optimisme) – pandangan positif terhadap masa depan dan hasil yang akan dicapai.
- Resilience (Ketangguhan) – kemampuan untuk bangkit kembali setelah menghadapi kegagalan atau kesulitan.
Beliau menegaskan bahwa keempat aspek ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan, karena manusia pada dasarnya memiliki kapasitas untuk tumbuh. “Psychological capital adalah bahan bakar yang membuat kita terus bergerak maju menghadapi dunia yang penuh ketidakpastian,” ujar Prof. Anisa.
Prof. Anisa juga mengaitkan konsep psychological capital dengan tantangan zaman modern, seperti kemajuan teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan perubahan dunia kerja di era Revolusi Industri 5.0. Menurutnya, mahasiswa psikologi perlu memiliki kemampuan adaptasi, berpikir kritis, dan daya tahan mental agar mampu bertahan serta berkembang di lingkungan yang dinamis.

Sumber Dokumentasi: Panitia Dies Natalis
Dalam konteks dunia akademik, psychological capital membantu mahasiswa mengelola tekanan belajar, menghadapi kegagalan akademik, serta mempertahankan semangat untuk mencapai prestasi. Sementara dalam dunia karier, kapasitas psikologis ini menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika pekerjaan dan membangun employability skills seperti kemampuan beradaptasi, bekerja sama, serta mengelola emosi.
“Tidak ada manusia yang selalu berhasil. Yang membedakan adalah bagaimana seseorang belajar dari kegagalan dan mampu bangkit lebih kuat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Anisa memaparkan bahwa pengembangan psychological capital memerlukan proses berkelanjutan dan kesadaran diri (self-awareness). Intervensi yang efektif dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan pengembangan diri, refleksi pengalaman, serta pembiasaan berpikir positif. Ia juga menekankan pentingnya pengalaman kecil yang sukses untuk membangun rasa percaya diri. “Mulailah dari hal-hal sederhana. Keberhasilan kecil dapat menjadi fondasi bagi keyakinan diri yang lebih besar,” jelasnya.
Selain itu, beliau juga menyinggung pentingnya role model dalam proses pembelajaran psikologis. Belajar dari pengalaman orang lain dapat menjadi jalan pintas menuju pemahaman yang lebih baik tentang cara menghadapi tantangan dan mengembangkan potensi diri.
Menutup sesi pematerian, Prof. Anisa menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta untuk terus mengasah psychological capital dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan akademik dan karier bukan hanya ditentukan oleh kemampuan kognitif, tetapi juga oleh kekuatan psikologis dan kematangan emosional.
“Hero is not born, but built. Mari kita menjadi generasi muda yang tangguh, optimis, dan berdaya. Dengan psychological capital, kita tidak hanya berprestasi, tetapi juga berarti,” tutup Prof. Anisa, diiringi tepuk tangan meriah dari peserta.Melalui pematerian ini, diharapkan seluruh peserta dapat memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya psychological capital dalam mengembangkan potensi diri, baik di dunia akademik maupun profesional. Semoga ilmu yang dibagikan oleh Prof. Dr. Anisa L. Kadiano, M.Psi., Psikolog dapat memberikan inspirasi, memperkuat semangat belajar, serta menjadi bekal berharga bagi mahasiswa Psikologi UPI dalam menghadapi tantangan masa depan.
Penulis: Gwyneth