Penulis: Ninda Julianti Pratama Putri & Inatsan Dzikra Saniy Amar

Pelatihan yang mengusung tema “Satu Langkah Lebih Awal Mengenal Jurnalistik” telah dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Juni 2024. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Jurnalis Independen Psikologi (JIP) diadakan di Ruang Rapat Psikologi, Lt. 8 FIP UPI Bandung. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa dosen seperti Drs. MIF Baihaqi M.Si dan Dr. Sardin M.Si. Tak lupa diikuti juga oleh anggota JIP yang hadir baik secara daring maupun luring.
Pelatihan ini mengundang Dr. Hawe Setiawan M.Si, yang merupakan penulis buku dan dosen di Universitas Pasundan. Ninda Julianti Pratama Putri, selaku ketua pelaksana pelatihan ini, menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan para anggota seputar jurnalistik. Juga berusaha meningkatkan kemampuan peserta dalam menulis suatu berita.

Sumber: Postingan akun instagram @hw_setiawan
Dr. Hawe Setiawan M.Si, dilahirkan di Subang, Jawa Barat. Dirinya menempuh pendidikan S1 di Fakultas Komunikasi, Universitas Padjajaran. Lalu melanjutkan studi S2 dan S3 di Fakultas Seni dan Desain, Institut Teknologi Bandung. Selain menjadi seorang dosen, dirinya pun berkarir sebagai editor di berbagai media. Beliau menuturkan bahwa dirinya sering menulis di berbagai saluran komunikasi seperti facebook, instagram, whatsapp, dan X. Sehingga banyak buku miliknya yang telah terbit, seperti Sunda Abad ke-19, Tafsir Atlas Ilustrasi-ilustrasi Junghuhn, Cantrik Pustaka, dan yang lainnya.
Beliau menyampaikan bahwa berita (news) adalah suatu tulisan yang menyajikan fakta-fakta. Berisi informasi penting yang sesuai dengan formula 5W + 1 H (what, who, when, where, why dan how). Berita yang bagus adalah berita yang komposisi muatannya seperti piramida terbalik. Artinya semakin ke bawah, berita yang disajikan semakin kurang penting. Dr. Hawe Setiawan M.Si menyebutkan bahwa lead atau paragraf pertama dalam berita harus memuat hal yang sangat penting. Paragraf yang baik, terutama untuk generasi digital hanya berisikan maksimal lima kalimat.
Berita berbeda dengan views yang biasanya terdiri dari komentar atau opini. Beliau menuturkan, jurnalis harus bersikap secara netral dan menghindari menambahkan opini pribadi dalam berita. Artikel yang memuat opini pribadi biasanya menggunakan kata “disebut-sebut, diduga, dikabarkan” dan sebagainya. Oleh karena itu, seorang jurnalis perlu memastikan kebenaran dengan menanyakan informasi kepada sumber pastinya.
Jurnalis adalah seseorang yang bekerja dan bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan jurnalistik. Kegiatan jurnalis biasanya terdiri dari tiga hal yaitu menggali, mengolah, dan menyebarkan suatu informasi. Menjadi seorang jurnalis dapat dilakukan sebagai suatu profesi ataupun sebuah hobi.