Semua Beredar pada Garisnya Masing-masing

Oleh: Galih Khalisha Qalbyna

Semakin terus menyelam melihat kesibukan orang lain,

semakin rasanya tertinggal dari yang lain.

Berusaha coba lakukan ini-itu tapi tetap saja rasanya tertinggal di belakang.

Jenuh. lagi-lagi berakhir jenuh.

Merasa tidak puas pada diri sendiri.

Jauh tertinggal di belakang orang lain.

Waktu berakhir terbuang sia-sia.

Scroll media sosial hingga berjam-jam.

Satu postingan di media sosial berhasil menghentikan gerakan jari.

“How can you be behind in your life, if your life is only yours?”

Pertanyaan “simple” yang cukup untuk direnungkan. Benar juga, diri kita tidak pernah di belakang orang lain. Jika kita merasa seperti itu, itu karena diri kita yang membandingkan diri dengan orang lain. hidup kita hanya kita yang menjalani. Begitu juga orang lain, mereka menjalani hidupnya masing-masing.

Kenapa harus membandingkan diri dengan orang lain ketika jelas-jelas hidup setiap orang berbeda?

Everyone has their own path. So as you.

“Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS. Ya-Sin 36: Ayat 40)

Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini telah diatur dengan sempurna oleh Allah SWT, untuk kebaikan. Setiap kejadian terjadi pada waktunya dan tempatnya masing-masing sesuai dengan ketentuan-Nya. Kita harus selalu percaya bahwa segala sesuatu berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT yang Maha Kuasa.

Do your own thing. No need to feel left behind.

Bionarasi

Galih Khalisha Qalbyna, lahir di Bandung, 12 Oktober 2003. Memiliki hobi menulis, mendengarkan musik, membaca cerita fiksi, dan bermain game di waktu luangnya. Dirinya menempuh pendidikan S1 psikologi di Universitas Pendidikan Indonesia dengan tahun masuk pada 2022. Memiliki akun Instagram dengan username @galihkhalbyna