
Alat tes Early Academic Skills (EAS) merupakan alat tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan awal anak seperti membaca, menulis, dan menghitung. Alat tes ini diadaptasi oleh Mahasiswa Psikologi UPI yaitu Sabirina Hajarani dengan bimbingan dosen Psikologi UPI yaitu Bpk. Helli Ihsan, S.Ag., M.Si. dan Bpk. Dr. Syahnur Rahman S.Psi., M.Si.
Kolaborasi penelitian ini dilakukan dengan dosen Psikologi UPI Bpk. Farhan Zakariyya, S.Psi., M.Si., Psikolog dan dosen Bimbingan Konseling UPI Ibu Dr. Yusi Riksa Yustiana, M.Pd., untuk menganalisis kesulitan belajar anak pada siswa jenjang Pendidikan Sekolah Dasar (SD).
Kegiatan pengambilan data menggunakan alat tes Early Academic Skills (EAS) berlangsung selama tiga hari yaitu mulai dari hari Selasa, 7 Oktober 2025 hingga hari Kamis, 9 Oktober 2025. Kegiatan ini telah dilakukan kepada 122 anak SD Labschool UPI mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Mahasiswa Psikologi yang menjadi tester dalam kegiatan ini sebanyak delapan orang, yaitu empat mahasiswa dari angkatan 2020 dan empat mahasiswa dari angkatan 2021. Dalam satu hari, terdapat dua kelas yang akan dites oleh mahasiswa dengan masing-masing kelas terdiri dari empat mahasiswa.


Pada hari pertama, Selasa, 7 Oktober 2025, mahasiswa melakukan tes di kelas 3A yang terdiri dari 22 siswa dan kelas 4A yang terdiri dari 26 siswa. Kegiatan diawali dengan para mahasiswa memasuki ruang kelas masing-masing, lalu mengenalkan diri dan memberikan arahan kepada para siswa mengenai kegiatan yang akan dilakukan hari ini. Siswa diminta untuk menunggu di luar ruang kelas terlebih dahulu sebelum dipanggil satu per satu untuk mengikuti tes yang dibimbing oleh mahasiswa. Setelah siswa menyelesaikan rangkaian tes yang diberikan, siswa akan diberikan sebuah reward oleh mahasiswa. Rangkaian kegiatan ini dilakukan berulang pada hari Rabu, 8 Oktober 2025, di kelas 5B yang terdiri dari 17 siswa dan kelas 6A yang terdiri dari 17 siswa, serta hari Kamis, 9 Oktober 2025, di kelas 1A yang terdiri dari 20 siswa dan kelas 2A yang terdiri dari 20 siswa. Urutan pelaksanaan tetap sama yaitu mahasiswa memasuki ruang kelas masing-masing, mengenalkan diri, memberikan arahan, memanggil siswa satu per satu untuk mengikuti tes, dan memberikan reward kepada siswa setelah tes selesai.
Pada hari berikutnya, para mahasiswa atau tester memberikan skor atas hasil jawaban siswa-siswa (skoring) di Laboratorium Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia, skor yang telah dihitung akan dimasukkan satu per satu ke tabel yang sudah disediakan di Google Spreadsheet.
Penulis: Nirmala