Menanamkan Nilai dan Jati Diri Mahasiswa Psikologi: Masa Bimbingan 2025 sebagai Langkah Awal Perkuliahan

Bandung, 21 Oktober 2025 – Sekolah Kaderisasi BEM Kema Psikologi UPI telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan Masa Bimbingan (MABIM). Tema yang diangkat untuk kaderisasi tahun ini adalah INSPO 2025 – Inspiration for Personal and Social Growth Psychology. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Psikologi angkatan 2025. Kegiatan Masa Bimbingan ini berlangsung selama 3 minggu berturut-turut, dengan berbagai pematerian dari narasumber-narasumber terbaik. 

Kegiatan MABIM 1 dilaksanakan pada Sabtu, 04 Oktober 2025 di Showroom FPMIPA Gedung B. Kegiatan ini dimulai dengan pemeriksaan atribut dan kelengkapan barang bawaan mahasiswa baru. Acara kemudian dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lalu menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Mahasiswa, Mars UPI, serta Hymne Psikologi UPI. Sambutan pertama yaitu dari ketua pelaksana kegiatan MABIM, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua BEM KeMa Psikologi UPI. Setelah itu, mahasiswa baru mengikuti pre-test sebelum sesi perkenalan dengan kakak-kakakan. Kegiatan dilanjutkan dengan forum besar pematerian I oleh Bidang Adkesma, termasuk sesi tanya jawab dan penyerahan plakat. Selanjutnya, forum besar pematerian II mengenai SPPKS juga diisi dengan sesi tanya jawab dan penyerahan plakat.  Setelah forum besar, mahasiswa baru kembali ke forum kecil bersama kakak-kakak an untuk sesi chit-chat. Kegiatan dilanjutkan dengan ishoma, yaitu waktu untuk makan siang dan sholat Dzuhur. MABIM 1 ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan oleh perwakilan mahasiswa baru, pengisian survei kepuasan, evaluasi peserta, serta sounding untuk kegiatan MABIM 2.

Kegiatan MABIM 2 dilaksanakan pada Sabtu, 11 Oktober 2025 di lokasi yang sama yaitu Showroom FPMIPA Gedung B. Sama seperti kegiatan MABIM 1, kegiatan MABIM 2 dimulai dengan pengecekan atribut dan kelengkapan barang bawaan mahasiswa baru. Acara kemudian dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lalu menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Mahasiswa, Mars UPI, serta Hymne Psikologi UPI. Setelah itu, dilanjutkan dengan penampilan yel-yel dari masing-masing kelompok dan snack time. Sambutan pada hari ini disampaikan oleh perwakilan dosen. Kegiatan dilanjutkan dengan forum besar pematerian I mengenai Overthinking dan Burnout, yang mencakup sesi tanya jawab dan penyerahan plakat. Selanjutnya, forum besar pematerian II mengenai PKM  juga diisi dengan sesi tanya jawab dan penyerahan plakat. Setelah forum besar, mahasiswa baru kembali ke forum kecil bersama kakak-kakak an untuk sesi chit-chat dan evaluasi individu. Kegiatan dilanjutkan dengan ishoma, yaitu waktu untuk makan siang dan sholat Dzuhur. MABIM 2 ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan oleh peserta mahasiswa baru, pengisian survei kepuasan, evaluasi peserta, serta sounding untuk kegiatan MABIM 3.

Kegiatan MABIM 3 dilaksanakan pada Sabtu, 18 Oktober 2025 di Showroom FPMIPA Gedung B. Kegiatan MABIM 3 dimulai dengan pengecekan atribut dan kelengkapan barang bawaan mahasiswa baru. Acara kemudian dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lalu menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Mahasiswa, Mars UPI, serta Hymne Psikologi UPI. Kegiatan dilanjutkan dengan forum besar pematerian I mengenai Manajemen Organisasi yang dibawakan oleh Aslama Tazkia, termasuk sesi tanya jawab dan penyerahan plakat. Setelah itu, dilakukan sosialisasi event project dan snack time, yang kemudian diikuti oleh ice breaking. Selanjutnya, kegiatan berlanjut ke forum besar pematerian II mengenai Personal Branding yang dibawakan oleh Syifa Hana, yang juga mencakup sesi tanya jawab dan penyerahan plakat. Mahasiswa baru kemudian di mobilisasi ke forum kecil bersama kakak-kakak an untuk chit-chat dan evaluasi individu. Setelah itu, dilaksanakan ishoma, yaitu waktu untuk makan siang dan sholat Dzuhur. 

Sebelum kegiatan MABIM 3 ditutup, mahasiswa baru diperkenankan mengisi post-test, mengisi padlet, mengisi survei kepuasan, serta apresiasi untuk peserta yang paling aktif selama MABIM yang disebutkan oleh MC, diikuti penyerahan hadiah dari Ketua Pelaksana kepada peserta. Kegiatan ditutup dengan kata-kata penutupan dari Ketua Pelaksana dan Ketua BEM. Setelah itu, dilakukan evaluasi peserta dan sounding MABIM 3, yaitu pemberian tugas MABIM 3 kepada mahasiswa baru.

Adapun kesan pesan dari perwakilan Mahasiswa Baru 2025 yaitu Aqila Zahira dan Reyhatussya’diyah Budiman. Aqila menyampaikan bahwa ia merasa senang dan excited selama mengikuti rangkaian kegiatan MABIM terutama saat sesi materi tentang overthinking dan burnout karena narasumbernya adalah kakak tingkat Psikologi. Hal ini membuat ia bisa mengenal orang-orang sukses di Prodi Psikologi serta terasa lebih dekat dan personal karena materi yang disampaikan langsung oleh kakak tingkat. Selain itu, Aqila mengatakan bahwa ia suka bertanya. Melalui sesi itu, ia mendapatkan banyak informasi dan insight baru dari kakak tingkat, tak hanya itu ia merasa senang bisa berkenalan dengan orang-orang baru. Menurut Aqila, kenangan paling berkesan untuknya adalah proses mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk MABIM. Selama 3 minggu ini membentuknya, ia belajar mengatur waktu antara kuliah dan MABIM, dilatih untuk cepat tanggap dan tidak menunda-nunda, sekaligus merasa lebih dekat dengan teman seangkatannya. 

Aqila menyampaikan pesan bahwa ia merasa senang karena seiring berjalannya waktu, bonding di antara ia dan kelompoknya semakin kuat. “Alhamdulilah kita semua melewati mabim dengan aman sentosa. Tersisa 2 rangkaian kaderisasi Psikologi yaitu LDKM dan PAB. Aku harap di 2 alur kaderisasi itu kita tetep lengkap dan utuh, maju sampai akhir sehingga di pengukuhan nanti kita bisa benar-benar menjadi kader psikologi UPI yang berkualitas dan mumpuni.” 

Sementara itu, Reyhat menyampaikan bahwa kegiatan MABIM seru dan ia merasa senang karena di MABIM dibentuk forum kecil sehingga ia bisa berkenalan dengan teman-teman baru. Selain itu, sesi materi tentang overthinking dan burnout menjadi sesi yang ia sukai juga karena pada sesi itu diajarkan teknik-teknik yang membuat ia bisa merefleksi diri seperti merefleksi apa saja yang dipikirkannya dalam 1 minggu itu. Melalui MABIM, Reyhat memperoleh pengetahuan baru, menambah pengalaman, dan menjadi lebih produktif. Menurut Reyhat, kenangan paling berkesan untuknya adalah sesi pematerian tentang overthinking karena sejak saat itu ia mulai membiasakan diri menuliskan keadaan dirinya setiap hari atau minggu. Melalui kebiasaan itu, ia dapat menyadari perasaan-perasaan yang sebelumnya sering diabaikannya. Lalu hal yang berkesan lainnya adalah forum kecil, social competency, dan pengisian padlet yang sangat seru.

Hal yang dipelajari selama 3 minggu mengikuti kegiatan MABIM antara lain belajar untuk me-manage waktu dengan lebih baik. Selain itu, ia juga belajar tentang bagaimana cara membangun personal branding yang baik, sharing mengenai regulasi emosi yang dilakukan teman-temannya sehingga ia bisa memahami teman-temannya dengan lebih baik dan mendapatkan berbagai insight dari mereka, serta mencoba mengatasi overthinking melalui kegiatan journaling

Pesan yang Reyhat sampaikan untuk teman-teman KeMa’25 yaitu semoga bisa mengikuti alur kaderisasi sampai selesai, lulus, dan bisa menikmati seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan. Untuk Akang Teteh Panitia kaderisasi, semangat dan terima kasih, semoga rangkaian acara yang sudah dibuat dapat berjalan dengan lancar.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan Masa Bimbingan Psikologi UPI 2025, proses kaderisasi tahap awal bagi mahasiswa baru pun resmi usai. Selama tiga minggu pelaksanaan, para mahasiswa baru tidak hanya mendapatkan berbagai wawasan dan pengalaman melalui sesi pematerian, tetapi juga kesempatan untuk membangun kedekatan, kerja sama, dan rasa memiliki terhadap keluarga besar Psikologi UPI. Harapannya, semangat, nilai-nilai, serta pembelajaran yang diperoleh selama MABIM dapat menjadi bekal dalam menapaki perjalanan akademik dan organisasi ke depan. Semoga seluruh mahasiswa baru Psikologi UPI angkatan 2025 dapat terus menjaga solidaritas, mengembangkan potensi diri, dan tumbuh menjadi kader psikologi yang berintegritas, humanis, dan berdaya.

Penulis : Gwyneth & Nirmala