Bandung; (JIP.UPI). Ruang Sumber Psikologi bersama JIP menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik bagi kru anggotanya dan mahasiswa psikologi yang tertarik dengan bidang jurnalis. Selain kru JIP dan mahasiswa psikologi, kegiatan pelatihan ini dihadiri pula oleh dosen pembimbing kemahasiswaan Ibu Selfiyani dan pembimbing JIP UPI Bapak MIF Baihaqi. Beliau hadir untuk membersamai kegiatan yang terlaksana di ruang rapat Lt. 8 FIP UPI Bandung (Sabtu, 25/10/2025).

Sumber: Dokumentasi JIP
Pelatihan pertama JIP ini menghadirkan Pak Doddi Ahmad Fauji – seorang penulis, penyair, dan wartawan – sebagai pemateri. Memulai kegiatan dengan mengobrol hangat bersama peserta yang hadir untuk menciptakan ruang yang lebih bersahabat saat pelatihan. Pembukaan oleh kru JIP – Nashwa Nadira – menjadi pembuka yang hangat dan santai, dilanjutkan dengan prakata dari ketua umum JIP – Ni Made Kusuma Wardani. “Melalui pelatihan ini diharapkan kru JIP maupun mahasiswa diluar JIP dapat menjadi lebih peka dalam meliput maupun mengabadikan momen yang dilewati,” ujarnya. Tak lupa sepatah dua kata dari dosen pembimbing – Pak MIF Baihaqi – dan dosen kemahasiswaan – Ibu Selfiyani Lestari – yang mengharapkan pelatihan ini menjadi bermakna bagi seluruh peserta dan dapat mengambil kebaikan dari pelatihan ini.

Sumber: Dokumentasi JIP

Sumber: Dokumentasi JIP

Sumber: Dokumentasi JIP

Sumber: Dokumentasi JIP

Sumber: Dokumentasi JIP
Pak Doddi membuka pematerian dengan sebuah pertanyaan, “Kenapa ada pelatihan? Kenapa perlu ditingkatkan kepekaannya?”, pertanyaan ini memantik seluruh peserta untuk berpikir dengan lebih mendalam tidak hanya berhenti sampai di permukaan. Melalui kepekaan, Pak Doddi menekankan terkait dengan banyaknya hoax di media sosial. Sebagai seorang jurnalis perlu mengasah kepekaan untuk terhindar dari berita palsu yang beredar di media sosial. Pematerian penuh dengan diskusi dan pertanyaan yang muncul di pertengahan, mendorong peserta berpikir secara lebih filsafat. Pertanyaan serta pernyataan yang beliau lontarkan mengasah kemampuan berpikir secara lebih kontekstual dan tidak hanya berfokus pada stigma dan common sense yang tersebar di masyarakat.

Sumber: Dokumentasi JIP
Alur kegiatan berjalan dengan penuh makna, namun praktik menulis yang harusnya dilaksanakan setelah sesi tanya jawab terpaksa dijadikan sebuah penugasan mengingat sempitnya waktu yang dimiliki karena keseruan yang dirasakan sehingga waktu tak terasa telah berjalan begitu jauh. Pematerian yang penuh keseruan sesekali diwarnai dengan pembacaan puisi sejenak pada sela-sela agar tetap menjaga fokus peserta. Sebagai bentuk terima kasih tak lupa JIP memberikan sedikit kenang-kenangan kepada pemateri berupa plakat dan piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kusuma Wardani selaku Ketua JIP.
Kehangatan dan kebersamaan tidak berakhir pada sesi pematerian saja, atmosfer kebahagiaan semakin terasa ketika sesi potong tumpeng dilaksanakan. Seluruh peserta, pemateri, dosen, bahkan tendik yang membantu keberlangsungan acara ikut dalam makan bersama ini menumbuhkan rasa keakraban dan kekeluargaan. Obrolan santai sembari menyantap nasi kuning dari tumpeng yang disiapkan menjadi warna kekeluargaan yang hangat dalam kegiatan pelatihan JIP ini. Pelatihan ditutup dengan closing statement dari Pak Doddi, “seorang jurnalis tidak hanya harus peka, tetapi harus jujur dan menyampaikan berita sesuai konteks yang ada.”

Sumber: Dokumentasi JIP

Sumber: Dokumentasi JIP
Penulis : Kusuma Wardani KeMa ’24
Editor : MIF Baihaqi
Dokumentasi : Eva Ronauli KeMa ’24 dan MIF Baihaqi