
Bandung, 19 November 2025 – Telah dilaksanakan kegiatan Temu Ilmiah Nasional XIV Asosiasi Psikologi Forensik (APSIFOR), sebuah forum yang dirancang untuk memberikan kesempatan belajar bagi mahasiswa Psikologi di wilayah Bandung untuk belajar psikologi forensik. Forum ini diselenggarakan pada tanggal 07-09 November 2025 di Universitas Islam Bandung, diawali dengan kegiatan Jalan-jalan forensik (JJF) pada hari Jumat, 07 November 2025, kemudian acara puncak dengan rangkaian simposium dan sesi presentasi Call for Paper pada hari Sabtu, 08 November 2025, dan Workshop Psikologi Forensik bagi Psikolog, praktisi dan ilmuwan psikologi pada hari Minggu, 09 November 2025.
Program Studi Psikologi UPI mengirimkan beberapa perwakilan mahasiswa, salah satu diantaranya adalah Asyifa dari angkatan 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh para psikolog, psikolog forensik, praktisi PIO, ketua HIMPSI, ketua APSIFOR, serta guru-guru besar seperti Prof. Drs. Koentjoro, M.BSc., Ph.D. Selain itu, hadir pula perwakilan dari kepolisian, hakim kejaksaan, ahli hukum, ahli kriminologi, dokter forensik, dan mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Pendidikan Indonesia.
Pembahasan dalam forum ini berfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan ilmu forensik seperti harapan pada psikologi forensik dalam sistem hukum baru, praktik psikologi forensik, hasil pemeriksaan psikologis forensik & keterangan ahli dalam persidangan, kolaborasi psikologi forensik dengan disiplin ilmu lain, serta berbagai workshop kompetensi dalam ranah psikologi forensik. Berdasarkan hasil wawancara dengan Asyifa, Ia menjelaskan bahwa ketertarikannya mengikuti kegiatan ini muncul karena para pemateri yang hadir merupakan sosok-sosok hebat dan sangat menginspirasi dirinya. Selain itu, ia melihat bahwa materi yang akan disampaikan mengenai praktik psikologi forensik dalam sistem hukum yang baru. Topik tersebut sangat menarik minatnya dan mendorong dirinya untuk hadir dalam forum tersebut.
Selanjutnya, Asyifa menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan forum diisi penuh dengan sesi pematerian dari pagi sampai sore hari. Suasana forum terasa sangat meriah karena para ahli hukum, psikolog, pihak kepolisian, dan hakim jaksa saling berdiskusi, menyampaikan argumen masing-masing. Menurutnya, hal ini sangat seru karena tidak hanya membahas tentang materi saja, tetapi juga membahas tentang berbagai studi kasus serta bagaimana tuntutan dan tantangan peran psikologi forensik di ranah hukum.
Asyifa menyampaikan bahwa manfaat yang ia dapat setelah mengikuti forum kegiatan Temu Ilmiah Nasional XIV Asosiasi Psikologi Forensik (APSIFOR) adalah ia merasa materi yang disampaikan membantu dirinya lebih mengetahui dan memahami psikologi forensik secara lebih mendalam. Kesan untuk kegiatan ini sangat seru karena bisa mendengar pemateri-pemateri hebat dan rasanya meskipun pematerian cukup padat tetapi waktu terasa berlalu dengan cepat karena ia benar-benar menikmati seluruh rangkaian kegiatan acara dalam forum ini. Selama sesi penyampaian materi, ia tidak merasa bosan karena topik yang dibahas merupakan hal yang baru dan menambah banyak wawasan.
Melalui forum ini, tidak hanya menambah wawasan para peserta, melainkan dapat menjadi ruang bagi peserta untuk mengetahui serta memahami lebih luas mengenai peran psikologi forensik dalam sistem hukum di Indonesia.
Penulis: Nirmala