MENITI LEMBARAN, MENEMUKAN WAWASAN: Kegiatan Tadarus Buku “Inggit Garnasih” Hadirkan Suasana Penuh Kehangatan dan Kebersamaan

Bandung, 20 November 2025 – Ruang Sumber Psikologi (RSP) melaksanakan kegiatan  yang lazim dikenal dengan “Eee… Kawan Tadarus Psikologi [e-KTP] pada setiap hari Rabu, tanggal 24 September, 01 Oktober, dan 08 Oktober 2025. Pada seri kegiatan tadarus kali ini para mahasiswa [e-KTP] berkolaborasi dengan Ruang Sumber Psikologi (RSP) memilih buku berjudul “Inggit Garnasih: Lahir hingga Wafat” karya Pramukti Adhi Bhakti – alumni Psikologi FIP UPI angkatan 2009. Seperti biasa, kegiatan tadarus buku ini dilaksanakan di Ruang Sumber Psikologi UPI, gedung FIP lt.8 UPI, dipandu oleh bapak MIF Baihaqi dan dihadiri oleh beberapa mahasiswa Psikologi UPI.

Tadarus buku dilakukan secara bergantian. Setiap mahasiswa akan mendapatkan giliran untuk membaca, sementara peserta lain menyimak. Sesekali, Pak MIF memberikan penjelasan terkait kutipan atau bagian penting dari buku tersebut. Penjelasan yang diberikan membuat mahasiswa lebih mudah memahami konteks serta makna yang ingin disampaikan penulis. Suasana tadarus buku berlangsung fokus, namun tetap hangat dan santai. Sesekali kegiatan ini diselingi canda ringan, diskusi interaktif, serta momen-momen akrab yang membuat mahasiswa merasa nyaman, saling mengenal sehingga menjadi lebih dekat satu sama lain. Kegiatan tadarus buku ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk meningkatkan literasi, berdiskusi, dan saling bertukar pandangan dalam suasana yang santai.

Dalam buku Inggit Garnasih menceritakan bagaimana kehidupan beliau dan berbagai hal yang telah beliau jalani semasa hidupnya.

Selama dua puluh tahun Inggit Garnasih mendampingi, mengayomi, dan mengasihi Soekarno dalam menggapai cita-citanya. Ia siap sedia berada di samping lelaki yang dicintainya, membelanya, dan mengikutinya kemana pun dan dimana pun ia berada. Dari kota ke kota, dari penjara ke penjara, dari pengasingan ke pengasingan, Inggit setia pada jalan darma yang sudah dipilihnya. Sayang, ketika gerbang cita-cita sudah berada di depan mata, keduanya memilih untuk tak lagi bersama-sama. Saling mendoa untuk keselamatan masing-masing keduanya.”

Begitulah sepenggal kutipan yang terdapat di dalam buku Inggit Garnasih, melalui buku Inggit Garnasih, pembaca diajak melihat bagaimana keteguhan sikap untuk tidak menyerah dalam keadaan apapun. Ibu Inggit merupakan sosok perempuan yang teguh pada pendirian dan mandiri, cerita tentang hidup Ibu Inggit membuka perspektif baru dalam memahami sejarah Indonesia, terutama mengenai peran perempuan dalam perjuangan bangsa yang selama ini kurang mendapat ruang dalam penulisan sejarah arus utama.

Penulis: Nirmala & Gwyneth

Editor: Pak MIF Baihaqi

Foto: Davina