
Bandung, 10 Desember 2025 — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Khusus (HIMA PKh) Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan rangkaian kegiatan Hari Penyandang Disabilitas Internasional (HIPENDIS) 2025. Acara ini berlangsung meriah di kawasan Gedung Penmas dan Gedung Mupenas UPI, menampilkan kolaborasi seni, edukasi, serta aktivitas inklusif yang melibatkan berbagai komunitas pendidikan khusus. Perwakilan dari Program Studi Psikologi UPI yaitu Bapak Farhan Zakariyya, S.Psi., M.Psi., Psikolog turut hadir untuk memberikan dukungan dan memperkuat sinergi antar prodi dalam kegiatan bertema inklusi ini.
Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan resmi di Selasar Gedung Penmas, diawali pembacaan doa, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Hymne PLB, dan Mars PLB. Setelah itu, sejumlah sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana HIPENDIS, Ketua HIMA PKh FIP UPI, Dosen Kemahasiswaan, Ketua Program Studi PKh FIP UPI, hingga Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UPI

Ibu Dr. Dr. Riksma Nurahmi, R. A., M.Pd

Bapak Dr. H. Nandang Budiman, S.Pd., M.Si
Usai acara seremoni, dilakukan pembukaan pagelaran karya seni yang ditandai dengan pemotongan pita. Pameran ini menampilkan berbagai karya siswa Sekolah Luar Biasa (SLB), mulai dari lukisan, kerajinan tangan, hingga produk kreatif yang dipamerkan di dalam Gedung Penmas. Pengunjung memenuhi area pameran untuk melihat berbagai hasil karya yang mencerminkan kreativitas dan potensi peserta didik berkebutuhan khusus.
Di panggung luar, acara dilanjutkan dengan sejumlah penampilan seni, antara lain Tari Nusantara oleh SLB Negeri A Citeureup Cimahi, Tari Kuda Lumping oleh SPLB C YPLB Cipaganti Bandung, serta penampilan Tari Nusantara dari SLB Wartawan dan mahasiswa. Penampilan ini menjadi momen apresiasi bagi para siswa untuk mengekspresikan kemampuan dan minat mereka di hadapan publik.
Pada pukul 10.00 WIB, HIPENDIS menghadirkan talkshow utama bersama narasumber Dessy Nur Anisa Rahma, S.E., M.B.A. Talkshow membahas isu vokasional, peluang kemandirian, serta penguatan dukungan bagi penyandang disabilitas dalam konteks pendidikan dan sosial. Sesi ini berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi.
Setelah ISHOMA, rangkaian kegiatan berlanjut dengan Nonton Bersama di Gedung Mupenas pukul 12.40 WIB. Peserta menyaksikan film “My Annoying Brother” versi Indonesia yang mengangkat tema keluarga, kedekatan emosional, dan dinamika disabilitas. Kegiatan ditutup dengan diskusi singkat serta sesi foto bersama.

Perayaan HIPENDIS 2025 menjadi ruang apresiasi dan refleksi bagi seluruh peserta untuk memahami lebih dalam isu-isu disabilitas, sekaligus memperkuat budaya inklusi di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia. Melalui kegiatan ini, kolaborasi antar prodi—termasuk kehadiran perwakilan dari Psikologi UPI—menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem kampus yang ramah, suportif, dan menghargai keberagaman.
Penulis: Gwyneth & Nirmala