Bandung, 19 Desember 2025 — Mata kuliah Psikologi Abnormal menggelar pameran edukatif yang mengangkat berbagai jenis gangguan psikologis. Kegiatan ini menjadi ruang belajar alternatif bagi mahasiswa untuk memahami materi perkuliahan tidak hanya melalui teori di kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang interaktif dan aplikatif.
Dalam pameran ini, setiap kelompok mahasiswa mempresentasikan satu topik gangguan psikologis yang dikemas secara kreatif melalui visual, poster edukatif, media interaktif, hingga penjelasan yang mudah dipahami. Konsep pameran dirancang dengan tampilan yang unik dan menarik, sehingga mampu mengundang rasa ingin tahu mahasiswa lain untuk berkunjung, berdiskusi, dan belajar bersama.
Pameran berlangsung selama dua hari, yakni pada Selasa, 16 Desember 2025 dan Rabu, 18 Desember 2025 di Selasar Penmas UPI. Dosen pengampu mata kuliah Psikologi Abnormal, Ibu Eka Fauziyya Z, S.Psi., M.Psi., turut hadir mendampingi jalannya kegiatan sekaligus memberikan penilaian terhadap mahasiswa yang mempresentasikan materi di setiap booth.


Adapun gangguan psikologis yang dibahas dalam pameran ini meliputi:
- Neurodevelopmental Disorders I (Intellectual Disability dan Autism Spectrum Disorder)
- Neurodevelopmental Disorders II (Attention Deficit Hyperactivity Disorder dan Specific Learning Disorder)
- Schizophrenia Spectrum and Other Psychotic Disorders
- Bipolar and Related Disorders
- Depressive Disorders
- Anxiety Disorders
- Disruptive, Impulse-Control, and Conduct Disorders (Oppositional Defiant Disorder dan Conduct Disorder)
- Trauma and Stressor-Related Disorders (Posttraumatic Stress Disorder/PTSD)
- Personality Disorders Cluster B, seperti Histrionic dan Narcissistic Personality Disorder.
Antusiasme pengunjung terlihat sejak hari pertama hingga hari kedua pameran. Suasana selasar dipenuhi mahasiswa yang datang silih berganti untuk mengunjungi setiap booth. Mahasiswa yang bertugas sebagai presenter menyambut pengunjung dengan sikap terbuka, ramah, dan komunikatif. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan dialogis, sehingga pengunjung merasa nyaman untuk bertanya dan berdiskusi tanpa rasa sungkan.
Tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, pameran ini juga dilengkapi dengan berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif pengunjung. Melalui games tersebut, mahasiswa diajak untuk menguji pemahaman mereka mengenai gangguan psikologis dengan cara yang menyenangkan. Setelah mengikuti permainan dan diskusi, pengunjung mendapatkan reward atau hadiah sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan mereka.



Melalui kegiatan pameran Psikologi Abnormal ini, mahasiswa tidak hanya memperdalam pemahaman akademik mengenai gangguan psikologis, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi, kerjasama kelompok, serta kepekaan dalam menyampaikan isu kesehatan mental secara etis dan tidak menghakimi. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap empati, meningkatkan literasi kesehatan mental, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan partisipatif di kalangan mahasiswa.
Penulis: Nirmala & Gwyneth