
Bandung, 10 Maret 2026 – Dalam upaya menyemarakkan suasana bulan suci Ramadhan 1447 H, Psiberani Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan rohani bertajuk TAUQOFAR (Tausiyah Qobla Iftihar). Program ini dirancang khusus sebagai wadah bagi civitas akademika untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan ilmu dan refleksi spiritual.
Rangkaian TAUQOFAR telah dilaksanakan dalam dua pertemuan yang menitikberatkan pada aspek praktis dan filosofis dari ibadah di bulan Ramadhan.
Sesi Pertama: Mengikuti Jejak Rasul dalam Beribadah

Pada edisi perdana yang dilaksanakan Minggu (01/03), TAUQOFAR menghadirkan Bapak Drs. H. Engkos Kosasih, M.Pd. sebagai narasumber. Dalam sesi ini, beliau membedah materi mengenai “7 Amalan di Bulan Suci Ramadhan yang Dianjurkan Nabi Muhammad SAW”. Kajian ini tidak hanya bersifat tekstual, tetapi juga mengajak peserta untuk memahami bagaimana amalan-amalan sunnah tersebut dapat meningkatkan kualitas ibadah harian. Dengan mengikuti anjuran Nabi, diharapkan ibadah yang dijalankan menjadi lebih lengkap, bermakna, dan memberikan dampak positif bagi ketenangan jiwa.
Sesi Kedua: Memahami Syariat dan Menyelami Hikmah

Melanjutkan kesuksesan sesi pertama, pada Minggu (08/03), TAUQOFAR kembali digelar dengan tema yang menyentuh sisi fundamental ibadah, yaitu “Ramadhan, Syariat Puasa dan Hikmah di Baliknya”. Sesi kedua ini berfungsi sebagai ruang refleksi mendalam untuk memahami kembali makna ibadah puasa. Peserta diajak untuk melihat puasa dari dua sisi: secara syariat (ketentuan hukum Islam) dan secara hikmah (makna spiritual dan psikologis). Pembahasan ini bertujuan agar setiap individu dapat memperkaya pemaknaan spiritual mereka, sehingga puasa tidak sekadar menjadi kegiatan menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pendewasaan spiritual yang matang.
Komitmen Psiberani Psikologi UPI
Acara ini berlangsung pada sore hari menjelang waktu berbuka, pada pukul 17.00 hingga 18.00 WIB melalui platform Zoom Meeting. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang mengalir, di mana topik mengenai refleksi psikologis dan spiritual di balik syariat puasa menjadi poin utama pembahasan.
Melalui program TAUQOFAR, Psiberani Psikologi UPI berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan harmoni antara kesehatan mental dan nilai-nilai spiritual. Pengetahuan yang didapatkan dari para ahli diharapkan dapat menjadi bekal bagi seluruh peserta untuk menjalani sisa bulan Ramadhan dengan lebih penuh kesadaran (mindfulness) dan ketakwaan. Semoga melalui kegiatan TAUQOFAR ini, keberkahan Ramadhan dapat semakin terasa dan memberikan dampak positif bagi kesehatan mental serta kematangan spiritual kita semua.
Penulis: Aura Ratu Aulia